Struktur Organisasi Perangkat Desa
Struktur Organisasi Perangkat Desa
Kepala Desa
Sekretaris Desa
Kepala Seksi Pemerintahan
Kepala Seksi Kesejahteraan
Kepala Seksi Pelayanan
Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum
Kepala Urusan Keuangan
Kepala Seksi Perencanaan
Kepala Dusun Plososetro
Kepala Dusun Plosokerep
Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, 62257.
Menelusuri Sejarah Desa Plososetro : Dari Alas Malang hingga Desa Berkembang
Desa Plososetro memiliki sejarah panjang yang berawal jauh sebelum Indonesia merdeka. Berdasarkan penuturan para tokoh masyarakat dan cerita turun-temurun, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Plososetro awalnya merupakan kawasan hutan dan rawa terpencil yang disebut Alas Malang, terletak di antara Desa Pucuk dan Bulu Tengger. Di kawasan inilah tujuh kepala keluarga pertama kali membuka lahan untuk bertahan hidup dengan bercocok tanam di tengah keterbatasan alam dan ancaman binatang liar, khususnya lintah
Karena kondisi yang tidak aman, seorang tokoh bernama Mbah Leneng mengajak kelompok tersebut berpindah ke lokasi yang lebih layak. Perpindahan ini memecah rombongan menjadi dua kelompok : satu menuju selatan yang kelak menjadi Desa Warukulon, dan satu lagi menuju ke arah timur. Kelompok yang bergerak ke timur menemukan dataran lebih tinggi di tepi sungai, dengan banyak tumbuhan daun ploso. Dengan harapan kesejahteraan (setro), wilayah ini kemudian dinamai Plososetro. Sebagai simbol, mereka menanam pohon beringin dan meletakkan tiga batu di bawahnya, yang melambangkan persatuan dan harapan hidup yang lebih baik
Seiring waktu, Plososetro berkembang dan menerima kelompok masyarakat lain yang kemudian menetap di bagian utara desa. Kelompok ini diberi nama Plosokerep, yang bermakna merapat dan bersatu, dan kini dikenal sebagai Dusun Plosokerep. Kehidupan masyarakat pada masa awal sangat menjunjung tinggi gotong royong, baik dalam pertanian, perkebunan, maupun menjaga keamanan lingkungan. Namun, pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, masyarakat Plososetro juga mengalami penderitaan akibat kerja paksa dan tekanan penjajah yang melintasi jalur strategis wilayah tersebut
Dalam perjalanan pemerintahannya, Plososetro dipimpin oleh berbagai tokoh desa. Sebelum 1945, tokoh yang dikenal sebagai petinggi pertama adalah Sa’ib. Setelah kemerdekaan, kepemimpinan dilanjutkan oleh Achmad Dwi Harjo (1945–1984) yang mulai menata pemerintahan desa, keamanan, dan pemukiman. Kepemimpinan berikutnya dipegang oleh Atkan Pribadi, Hambali, hingga kembali lagi Atkan Pribadi pada awal era reformasi, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, administrasi desa, dan modernisasi pelayanan
Memasuki era 2007–2018, Desa Plososetro mengalami perkembangan pesat di bawah kepemimpinan Syakur, ditandai dengan banyaknya program pembangunan fisik dan nonfisik serta masuknya bantuan dari berbagai tingkatan pemerintahan. Sejak 2019, desa ini dipimpin oleh Midkhol Huda, S.Pd. yang melanjutkan pembangunan meski sempat menghadapi tantangan besar akibat pandemi Covid-19. Berbagai program infrastruktur, kesehatan, dan bantuan sosial tetap dijalankan demi menjaga kesejahteraan masyarakat
Sejarah Desa Plososetro menjadi bukti bahwa desa ini tumbuh dari perjuangan, persatuan, dan semangat gotong royong masyarakatnya. Kisah ini tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga pijakan penting bagi generasi muda untuk memahami identitas dan perjalanan desa.